Home / Khazanah Islam / Pentingnya Berjilbab Bagi Muslimah
Pentingnya Berjilbab Bagi Muslimah

Pentingnya Berjilbab Bagi Muslimah

Dulu, jilbab yang merupakan identitas busana muslimah ini pernah menjadi isu politik di sementara negeri-negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Bahkan ketika itu, masyarakat Islam sendiri umumnya masih menganggap bahwa jilbab merupakan busana ekslusif yang hanya dipakai oleh kalangan santri di pondok pesantren atau siswa pada sekolah agama. Sekarang, alhamdulillah, jilbab telah memasyarakat dan menyeruak ke segenap lapisan masyarakat; dipakai oleh kalangan luas, baik santri, pelajar, mahasiswa, pegawai, ibu rumah tangga, maupun para wanita karir, di desa maupun di kota-kota besar.
Mengapa busana muslimah sampai di zaman modern ini tetap digemari dan dirasa cocok, baik oleh kawula muda maupun kaum tua? Selain karena alasan syara, bentuk pakaian jilbab memang tak pernah ketinggalan jaman, dan akan tetap eksis atau bertahan di tengah-tengah masyarakat. Sebab, sebenarnya mode busana muslimah itu tidaklah statis. Boleh-boleh saja ia mengalami renovasi atau pembaharuan mode yang mengacu kepada modernisasi, sebagaimana yang kini telah banyak ditampilkan oleh para perancang mode, asalkan semua itu tidak terlepas dari kaidah-kaidah yang ada dalam Alquran dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai akhlakul karimah.
Kenyataan ini patut kita banggakan, lebih-lebih dalam rangka membentengi kaum wanita dari persaingan mode-mode pakain Barat yang semakin norak dan tidak berakhlak. Kenyataan ini bisa terjadi karena sesunggguhnya hukum Islam membolehkan orang Islam mengenakan pakaian dengan bentuk dan model apa saja sesuai dengan zaman dan budaya bangsanya, asalkan dapat berfungis untuk menutup aurat dan tidak menjurus kepada pemborosan atau kesombongan atau kemegah-megahan. Sebab, Rasulullah saw telah memperingatkan,

“Allah tidak akan melihat dengan rahmat pada hari kiamat kepada orang yang memakai kainnya (pakain) karena sombong.” (HR Bukhari dan Muslim)”

Oleh karena itu, orang-orang saleh yang berakhlak mulia dan mengutamakan keseriusan dalam kehidupan beragamanya, tentu enggan berlebih-lebihan dalam memilih pakaian. Mereka lebih mengutamakan hidup sederhana, karena meyakini apa yang dikatakan oleh Rasulullah saw,

“Barang siapa meninggalkan pakaian yang mewah-mewah karena tawadhu kepada Allah, padahal ia mampu membelinya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di muka sekalian manusia untuk disuruh memilih sendiri pakain iman yang mana yang ia sukai untuk dipakainya.” (HR Tarmidzi)

Marilah kita camkan bahwa kita dituntut untuk terus memasyarakatkan jilbab dan busana muslim serta meningkatkan kesadaran mereka, bahwa setiap muslim di dalam berbusana harus memenuhi lima kriteria sebagai berikut:

  1. Pakaian harus menutup seluruh tubuh, kecuali anggota badan yang diizinkan terbuka.
  2. Pakain hendaklah longgar, sehingga tidak akan menampakkan bentuk tubuh orang yang memakainya.
  3. Jenis kain yang dipakai tidak tipis dan menerawang, agar tidak menampakkan warna kulit pemakai dan tidak menggariskan lekuk-lekuk tubuh yang sepatutnya terlindungi.
  4. Model pakaian tidak untuk mendatangkan perhatian, juga tidak untuk menggairahkan syahwat lawan jenisnya.
  5. Pakaian tidak mewah dan glamor, serta tidak mendatangkan sifat riya dan rasa kemegahan.
Content Protection by DMCA.com

About Ponpes Assyafi'iyah

Pondok Pesantren Salafiyah Putra - Putri As - Syafi'iyah. Tanggulangin Sidoarjo Jawa Timur, Telp. (031) 8855116, 8856850, 72416460. Menerima pendaftaran santri baru.
Scroll To Top